Peringati Sumpah Pemuda, NasDem Gelar Diskursus Respublica

JAKARTA (27 Oktober): Memperingati Sumpah Pemuda, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem DKI Jakarta bekerja sama dengan Respublica Political Institute (RPI) menggelar Diskursus Respublica atau diskusi umum. Diskusi terbuka ini dilangsungkan di sekretariat DPW Partai NasDem DKI Jakarta Jl. Borobudur 20, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/10).

Melalui tema “Generasi Muda Meneropong Freeport dalam Visi Nasionalisme-Ekonomi Jokowi” diskusi ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha, Direktur Eksekutif CITA Yustinus Prastowo, Analis Hukum Internasional Universitas Persahabatan Bangsa-Bangsa Moscow Raymond Pardamean Sihombing, dan Ketua Departemen Ekonomi RPI Johan Carmelo.

Selain itu, diskusi yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB ini juga turut menghadirkan politikus muda sekaligus Sekretaris DPW Partai NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino, serta Tim Ahli Kemenko Kemaritiman Andrie Willyanto.

Ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai NasDem, Taufik Basari yang membuka langsung kegiatan diskusi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan DPW Partai NasDem DKI Jakarta dengan menggandeng institusi luar. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa Partai NasDem adalah partai yang membuka diri kepada seluruh komponen untuk berdialog, menyumbangkan ide dan pemikiran demi kemajuan bangsa.

“Partai NasDem komitmen melakukan berbagai upaya melakukan Restorasi Indonesia. Kita ingin jalan  kebangsaan kita sejalan dengan  apa yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini,” ujar Taufik Basari.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Respublica Political Institute, Benny Sabdo mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat terhadap permasalahan bangsa Indonesia, seperti masalah Freeport ini. Sebab menurutnya, selama ini isu Freeport hanya menjadi konsumsi para elite, artinya publik belum banyak ikut terlibat.

‘Kalau sudah sadar pasti orang akan bergerak dan peduli, karena banyak orang Indonesia tidak mau tahu, tetapi ketika sudah ada keputusan kebijakan baru protes,” ujar Benny.

Turut hadir dalam diskusi publik ini jajaran pengurus DPW Partai NasDem, organisasi sayap Partai NasDem, para pengamat publik, serta aktivis mahasiswa. (FM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *