Berjuanglah Sesuai Kemampuan Masing-masing

JAKARTA (10 November): Tokoh agama itu sangat semangat menyampaikan pesan-pesan agama. Dengan lantang ia jelaskan berbagai perbuatan dosa. Bagaikan singa, ia meraung di podium sambil mencela orang-orang yang dianggap sebagai pendosa. Tepat di depan mulutnya terpasang empat mikrofon.

Pilihan kata, intonasi dan gerakan tubuhnya mencerminkan seolah ia orang paling saleh di dunia. Ia lantas bertanya dengan suara meninggi, apakah kalian tahu, apa dosa terbesar di dunia ini? Jamaah terdiam senyap. Tokoh agama itu lantas mengulangi pertanyaan, apa dosa terbesar di dunia ini.

Tiba-tiba, seorang jamaah yang tampak sederhana, berdiri dan dengan tenang berkata, menilai orang lain sebagai pendosa, kemudian pergi meninggalkan majelis yang sangat mulia itu.

Taufik yang juga merupakan Wakil Khatib Syuriah Pengurus Wilayah NU (PWNU) menutup hikmah Jumat hari ini.

Begitulah seorang Taufik Damas mengisi hikmah Jumat kali ini. Sebagai tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Taufik Damas memang kerap memberikan tausyiah singkat. Begitu pula pada Jumat kali ini yang bersamaan dengan Hari Pahlawan.

Bagi Taufik Damas, yang membuat orang menjadi pahlawan adalah sikap mau berkorban dan ikhlas berbuat untuk orang lain. Dua sikap itulah selalu diajarkan oleh agama. Menurut pria yang juga Wakil Khatib Syuriah Pengurus Wilayah NU (PWNU) ini, pahlawan adalah orang yang rela mendahulukan kepentingan orang banyak daripada kepentingan dirinya sendiri.

Melalui momen Hari Pahalawan ini, pria yang saat ini menjadi Wakil Ketua Bidang Agama dan Masyarakat Adat di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem DKI Jakarta ini mengajak kepada segenap masyarakat Indonesia untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. Karena menurutnya, negeri ini tidak akan maju jika generasi sekarang tidak melanjutkan perjuangan para pahlawan. Salah satunya berjuang sesuai dengan kemampuan masing-masing. (FM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *