Empat Pilar Kebangsaan Pondasi Kuat Bangsa Indonesia

JAKARTA (14 Desember): Empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 sudah menjadi keputusan final dan menjadi pondasi kuat dalam berdirinya Bangsa Indonesia. Keempat pilar tersebut juga menjadi peri kehiduapan dalam berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Dewan Pakar DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Agus Lomboan dalam acara “Dialog Kebangsaan: Persekusi Ancaman terhadap NKRI dan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan” di gedung Graha Purna Wira Polri, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (14/12).

“Kita wajib mempertahankan dan saat ini NasDem giat mensosialisasikan ini, karena pasca reformasi terjadi pergeseran sehingga kita harus kembali kepada jati diri bangsa,” kata Agus Lomboan.

Terkait masalah yang berkembang saat ini, seperti persekusi yang menjadi fokus pembahasan dalam diskusi tersebut, menurut Agus masalah ini tidak sesuai dengan Pancasila. Agus menerangkan, munculnya persekusi terjadi karena adanya perasaan ragu kepada aparat pemerintah, sehingga membuat masyarakat menghakimi di luar koridor hukum. Untuk itu, dirinya mengajak kepada masyarakat untuk bisa bisa mengontrol diri dan mempercayakan suatu perkara kepada aparat yang berwenang.

“Kita ingin hidup rukun damai, tenteram, menjunjung toleransi, gotong royong, saling menghormati dan menghargai, menolong antar sesama, jadi kalau di lingkungan kita sendiri terjadi persekusi, kita harus bisa menghentikannya,” ujar Agus.

NasDem, lanjut Agus, dengan semangat Gerakan Perubahan akan terus menjadi yang terdepan dalam mempertahankan Pancasila. NasDem harus berani menghentikan jika ada tindakan-tindakan,  bernai tampil beda mengutamakan kepercayaan kepada aparat penegak hukum.

“Negara ini diatur oleh hukum, kalau ada persekusi artinya orang tidak menghargai adanya hukum di negara ini,” jelas Agus.

Menurut Agus, adanya dialog kebangsaan dan sosialisasi empat pilar ini menjadi langkah positif NasDem untuk terus bergerak, serta mengajak masyarakat untuk turut serta menjadi agen harapan NasDem dalam Gerakan Perubahan. Dirinya pun berharap, kegiatan sosialisasi kebangsaan ini tidak putus hanya sebatas dengan adanya dialog kebangsaan seperti ini.

“Jangan sampai ada benih-benih perpecahan dan aksi anarkis dari muculnya persekusi,” pungkas Agus. (FM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *