NasDem adalah Partai Masa Depan

JAKARTA (7 April): Sejak menjadi kader Partai NasDem, Yusuf tak menyangka akan mendapatkan pengalaman luar biasa mengikuti sekolah kader Partai NasDem di Kampus Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem Jl. Pancoran Jakarta Selatan.

Gedung yang mewah didukung program pendidikan yang terstruktur membuat dirinya semakin bangga menjadi bagian arus besar Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia. Baginya, segala sesuatu yang dilakukan Partai NasDem dalam membangun Bangsa Indonesia sesuai dengan data yang ada di lapangan, tidak sekadar bicara.

“Saya melihat Partai NasDem bukan partai sembarangan. NasDem adalah partai masa depan. Partai yang melihat prospek yang sangat jauh kebetuhan masyarakat. NasDem bukan partai yang hanya jadi partai semata, tetapi punya tujuan yang jelas. Kalau punya sesuatu tujuan yang jelas pasti akan tercapai,” ujar Yusuf, ditemui di sela-sela kegiatan Sekolah Kader Partai NasDem, Jumat (7/4).

Pemilik nama lengkap Muhammad Yusuf ini mengaku, awalnya dia termasuk orang yang anti partai. Menurutnya, partai hanya tempat mengumbar janji, tanpa ada buktinya. Namun, seiring perjalanan hidupnya ia mulai berpikir, jika yang masuk ke partai adalah politikus-politikus kotor, ia tidak rela diatur oleh orang-orang tersebut.

Di sinilah ia melihat Partai NasDem dengan semangat Restorasi Indonesia sebagai partai dengan visi dan misi yang jelas, tidak hanya menjual slogan. Hal ini terbukti dengan adanya sekolah kader yang saat ini sedang ia ikuti. Apalagi, seluruh keluarga mendukungnya untuk masuk di Partai NasDem.

“Kalau orang yang direkrut oleh partai adalah orang-orang yang tidak baik, kemudian dia masuk ke pemerintahan, berarti kita dipimpin oleh orang tersebut. Sementara yang baik-baik hanya menonton karena tidak punya wewenang dan kekuasaan. Maka dari itu, orang yang baik-baik itu harus terjun ke politik, mengatur negara ini. Ini yang mendorong saya masuk NasDem,” tegas Yusuf

Lelaki yang sejak dua tahun lalu bergabung dengan Partai NasDem ini pun mengungkapkan rasa antusiasnya mengikuti sekolah kader Partai NasDem. Bahkan, seandainya ia tidak mendapat perintah dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD), ia akan mencari sendiri sekolah kader Partai NasDem ini.

Yusuf yang saat ini menjadi ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) NasDem Pulogadung pun mengungkapkan berbagai pengalamannya selama mengikuti sekolah kader Partai NasDem. Pengalaman tersebut mulai dari kedisiplinan, ilmu-ilmu kepartaian, hingga wawasan mengenai kebangsaan.

“Di sini kita dituntut untuk menerapkan kedisiplinan, seperti saat tidur ketika alarm sudah dibunyikan, kita sudah harus masuk ke kamar, tidak boleh ada lagi yang main handphone, harus istrirahat. Kemudian jam 4 sudah harus bangun untuk siap-siap salat subuh,” ujar lelaki yang memiliki 4 orang anak ini.

Kini, setelah selesai mengikuti sekolah kader Partai NasDem, Yusuf semakin semangat untuk lebih memperkenalkan visi dan misi Partai NasDem serta tujuan yang ingin dicapai melalui semangat Restorasi Indonesia. Dirinya pun meyakini, melalui kampus ABN ini akan mencetak kader-kader Partai NasDem yang luar biasa.

“Optimisme harus ada. keyakinan, usaha, doa, dan upaya yang maksimal menjadi modal mencapai sesuatu yang diinginkan. Saya yakin semua yang dilakukan Partai NasDem dalam membangun Indonesia akan berhasil,” pungkas Muhammad Yusuf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *