Wanda Ajak Masyarakat Cerdas Tanggapi Isu di Medsos

JAKARTA (3 September): Bersilaturahmi dan menyapa masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) terus dilakukan para Caleg Partai NasDem, termasuk Wanda Hamidah yang merupakan Caleg NasDem DPR RI. Berada di Dapil 2 Jakarta Timur, diakui Wanda sebagai wilayah yang cukup luas. Untuk itu, dia secara intensif terus berupaya mendekatkan diri dengan bersilaturahmi dan mengadakan kegiatan-kegiatan positif, seperti mengadakan diskusi maupun pengajian.

Menurut Wanda, tiap wilayah biasanya memiliki karakternya masing-masing yang harus dipahami para Caleg untuk melakukan konsolidasi. Dia mencontohkan kegiatan yang dilakukannya, yakni diskusi-diskusi yang erat hubungannya dengan perempuan dan anak. Sebagai seorang ibu, Wanda memahami betul bahwa para orang tua tidak bisa 100 persen mengetahui makanan-makanan yang dikonsumsi anak-anaknya di sekolah.

“Saat ini masih banyak orang tua yang kurang tahu bahwa sebetulnya makanan bergizi itu tidak mesti mahal. Dari situ kita diskusi dalam membuat makanan kecil untuk bekal anak-anak sekolah, selain lebih sehat juga lebih hemat,” ujar Wanda ditemui di sela-sela acara Pekan Orientasi Calon Anggota Legislatif DPR RI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (2/9).

Selain menggelar diskusi, Ketua Garda Wanita (Garnita) NasDem DKI Jakarta ini juga kerap mengadakan kegiatan nonton bareng film-film nasional dengan menggandeng karang taruna yang ada di sekitar wilayah Dapilnya.

“Hal-hal kecil seperti inilah yang dirasakan langsung manfaatnya serta menambah wawasan masyarakat,” tambahnya.

Selain mengadakan diskusi dan nonton bareng, Wanda juga sering mengadakan pengajian dalam rangka mendoakan kondisi bangsa Indonesia agar tetap kondusif dan damai meski sebentar lagi akan menggelar pemilu 2019.

“Misalnya di tengah gejolak Pileg dan Pilpres 2019 harus tetap dijaga, jangan sampai masyarakat terprovokasi dan mudah di pecah belah. Jadi kalau turun ke masyarakat sampaikanlah hal-hal yang positif dan damai,” terangnya.

Sementara itu, menanggapi perilaku masyarakat di media sosial, aktivis ’98 itu meminta agar masyarakat lebih cerdas lagi dalam menanggapi isu yang beredar. Masyarakat harus mengambil jeda untuk berpikir dan mencari kebenaran berita yang diperolehnya, bahkan mengetahui latar belakang orang yang berbicara.

“Masyarakat tidak boleh terpancing dengan berita-berita hoaks yang ada di media sosial. Saat ini banyak sekali orang yang tangannya lebih cepat dibanding berpikirnya. Masyarakat Indonesia harus cerdas dalam memilah berita dan memeriksa kembali kebenarannya,” pungkasnya. (FM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *