Pemerintah Pusat Harus Transparan Soal Data Korban Corona

JAKARTA (4 April)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jumlah jenazah yang dimakamkan menggunakan prosedur tetap (protap) pasien Covid-19 bertambah. Anies menyebut hingga Rabu (1/2) sudah ada 401 lebih jenazah yang dimakamkan dengan cara tersebut di Jakarta.

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menyikapi serius pernyataan Anies Baswedan terkait data tersebut. Dia mendesak pemerintah untuk transparan dalam memberikan data korban virus Corona (Covid-19).

“Saya mendesak Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menyampaikan secara transparan terkait data kematian yang diakibatkan oleh virus Corona atau COVID-19,” kata Wibi, kepada nasdemjakarta.id Jumat (3/4).

Wibi mengungkapkan, masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia mendesak Kementerian Kesehatan untuk memberikan data yang sebenarnya.

“Pemerintah Pusat harus sangat terbuka jangan sampai menyampaikan data kematian akibat corona yang tidak sebenarnya. Apa yang disampaikan oleh Gubernur DKI itu adalah tuduhan yang serius, dan harus dijawab dengan terbuka. Ada apa ini sebenarnya,” jelas Wibi.

Wibi menyayangkan adanya ketidaksinkronan data yang diberikan pemerintah pusat dan daerah. Dia menilai perbedaan laporan kematian yang menggunakan protokol Corona itu membuat masyarakat resah.

“Saya kesal melihatnya. Di saat Corona membuat orang menderita. Membuat susah rakyat, antara pemerintah pusat dan daerah tidak dalam irama yang sama,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *