Jangan Ada Lagi Ijazah Siswa Ditahan

JAKARTA (17 Juni) – Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta melalui Hariadi Anwar dan Abdul Aziz Muslim terus memperjuangkan warga DKI untuk mendapatkan haknya di bidang pendidikan.

Permasalahan ijazah sekolah yang tertahan di DKI masih belum selesai. Tidak menampik banyaknya ijazah siswa yang tertahan karena belum melunasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sekolah.

“Banyak ijazah dari murid di sekolah swasta yang tertahan, tidak bisa diambil karena mereka masih berutang SPP,” ujar Hariadi Anwar, di kantor Fraksi NasDem DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (16/6).

Legislator NasDem Jakarta itu mengatakan, penebusan ijazah dapat dilakukan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) atau bantuan dari lembaga lainnya seperti Baznas.

“KJP itu kan ditujukan untuk pendidikan. Supaya murid-muridnya pintar, sekolahnya juga harus lancar tidak perlu lagi menunggu utang mereka lunas ke sekolah,” imbuhnya.

Hariadi berharap, bantuan dari lembaga-lembaga seperti Baznas atau lainnya harus benar-benar difokuskan untuk membantu pendidikan di Jakarta agar bisa maju.

“Sehingga, tidak ada lagi anak yang putus sekolah atau ijazahnya tertahan. Karena, anak yang akan menggunakan ijazah untuk sekolah lanjutan atau mencari kerja akan terhambat,” tandasnya.

Selaras dengan itu, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi NasDem lainnya, Abdul Azis Muslim menambahkan, data ijazah yang tertahan se-DKI Jakarta sudah diberikan.

“Kami berharap ini semua bisa terealisasi. Dinas Pendidikan pun dapat merespon itu dan kita tinggal menunggu serta dikasih waktu hingga Desember 2020,” imbuhnya.

Legislator NasDem itu juga berharap sebelum Desember, apa yang diinginkan warga Jakarta penebusan ijazah yang tertahan ini bisa terlaksana. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *