Kebijakan Kesehatan dan Ekonomi Harus Beriringan

JAKARTA (2 Oktober) – Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta menilai adanya pelambatan kasus aktif Covid-19 di DKI usai PSBB ketat kembali diberlakukan disebabkan masyarakat yang mulai patuh protokol kesehatan.

Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI, Jupiter mengatakan, saat ini masyarakat juga takut dengan sanksi sosial yang sangat ketat jika tidak memakai masker.

“Memang benar terjadi penurunan yang cukup signifikan karena tingkat kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan juga mulai bertambah,” ujar Jupiter di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Jupiter, kebijakan PSBB ketat yang kembali diberlakukan Pemprov DKI sudah tepat. Namun demikian, ia menilai PSBB ketat tidak perlu terlalu lama diberlakukan demi mendorong pemulihan ekonomi.

“Di negara lain PSBB ketat hanya 1 bulan, setelah itu kebijakan ekonomi harus didorong, karena jika PSBB terlalu lama juga tidak akan efektif untuk menekan lajunya Covid-19,” terangnya.

Legislator NasDem yang duduk di Komisi C DPRD DKI itu mengatakan kebijakan terkait ekonomi dan kesehatan harus beriringan dalam penanganan Covid-19 di DKI. Kesulitan ekonomi, menurutnya, bisa menurunkan imunitas masyarakat sehingga rentan terpapar Covid-19.

“Jika PHK di mana-mana, maka tingkat stres dan depresi akan dialami oleh masyarakat. Jika stres, maka akan berhubungan dengan imun seseorang menjadi lemah, sehingga akan membuat seseorang rentan kena Covid-19,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *