NasDem DKI Terima Kunjungan PSI Jakarta

JAKARTA (12 Februari) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem DKI Jakarta menerima kunjungan DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta di Kantor DPW NasDem DKI Jakarta di Jalan Borobudur 20, Menteng, Jakarta Pusat.

Kedatangan rekan rekan dari PSI yang dipimpin oleh Ketua DPW PSI Jakarta Michael Victor Sianipar, disambut hangat oleh Sekretaris DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino dan para fungsionaris NasDem DKI Jakarta.

Berbagai topik dibahas dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, mulai dari penanganan pandemi Covid-19 hingga terkait pemulihan sektor ekonomi.

Wibi mengungkapkan, silaturahmi ini untuk saling bertukar pikiran mengenai permasalahan yang terjadi di DKI Jakarta. Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI ini menyebut kesehatan dan ekonomi menjadi sektor yang paling penting untuk bangkit dari pandemi Covid-19.

“Sekarang kita masih dalam keadaan pandemi bahwa harus ada program real dari kita partai politik untuk bisa menyentuh pada dua segmen itu, segmen kesehatan dan segmen ekonomi, tanpa hal itu saya rasa berat DKI Jakarta bisa bangkit yaitu 2022 awal keadaan sudah membaik,” ujar Wibi Andrino, Rabu (10/2).

Ketua PSI DKI Jakarta, Michael Victor Sianipar mengungkapkan bahwa kedatangannya bersama pengurus PSI DKI Jakarta selain untuk silaturahmi juga sebagai ajang belajar dan membahas topik-topik yang bisa menjadi persamaan. Dirinya memuji konsistensi gerakan Restorasi Indonesia yang dilakukan Partai NasDem, khususnya di DKI Jakarta.

“Kami datang ke mari untuk belajar dari rekan-rekan NasDem, karena kami melihat NasDem ini partai yang membawa restorasi sudah terbukti di periode kedua di DPRD DKI sudah banyak dilakukan dan sangat kritis terhadap jalannya pemerintahan di DKI Jakarta,” ungkapnya.

Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa di DKI Jakarta sangat majemuk apalagi dalam hal perekonomian. Jupiter pun juga membahas tentang video vaksin Covid-19 yang terjadi di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Jangan sampai paradigma ini dianggap sebagai azas keadilan jadi dianggap orang-orang kaya dengan mudahnya mendapatkan vaksin,” imbuhnya. (BP/BH).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *