Ketua Fraksi NasDem DKI Dorong Minat Baca dengan Mempelajari Trend Milenial

JAKARTA (17 Mei) – Buku menjadi satu di antara sumber pengetahuan yang bisa menambah wawasan. Maka dari itulah, ada ungkapan, ‘buku adalah jendela dunia’.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, dalam memperingati Hari Buku Nasional, Senin (7/5/2021).

Wibi menjelaskan, Hari Buku Nasional diperingati atas dasar masih rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Dengan adanya Peringatan Hari Buku Nasional, tentu diharap menumbuhkan budaya membaca masyarakat.

“Mari berinvestasi untuk diri kita dengan meningkatkan literasi melalui budaya membaca. Selamat Hari Buku Nasional,” kata Wibi.

Wibi berharap agar generasi bangsa ke depan, memiliki minat baca yang tinggi. Sebab memiliki peranan penting dalam kehidupan pada masa mendatang.

“Membaca mampu membuat kita lebih melek keadaan dunia, dan paham apa yang akan dipelajari di masa depan,” jelasnya.

Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, kata Wibi, memang tidak mudah. Namun dia yakin jika seluruh stakeholder bersungguh-sungguh, dan mengambil peran dalam mendorong minat baca untuk masyarakat, maka tidak ada hal yang tidak mungkin.

“Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen, atau 1 dari seribu orang Indonesia yang rajin membaca. Ini tentunya harus jadi bahan evaluasi,” kata Wibi.

Dirinya memiliki usul agar membuat masyarakat memiliki minat baca. Yakni dengan menambah buku-buku baru karya kepala daerah. Menurutnya, dengan begitu maka masyarakat akan sangat menanti untuk membaca buku hasil karya kepala daerah masing-masing.

“Jika pejabat seperti bupati, wali kota dan gubernur diberi tanggung jawab menulis buku-buku sesuai konten lokal, maka masyarakat akan terpancing untuk menunggu buku karya sang kepala daerah yang dicintainya,” kata Wibi.

Bukan hanya itu, trend masyarakat agar dapat gemar membaca juga harus dipahami. Masyarakat, lanjut Wibi, di era digital tentunya tidak hanya akan suka dengan tulisan, perlu adanya ‘warna’ yang juga bisa menarik untuk dibaca.

“Trend milenial sekarang suka sama gambar dibanding tulisan, sehingga buku juga harus didorong memiliki visual yang menarik,” kata Wibi.

Bukan hanya mendongkrak minat baca, dengan adanya visual, maka memberikan lahan pekerjaan juga untuk ilustrator, atau seniman lokal.

“Jadi, dari situlah peran pemerintah dan masyarakat bekerja sama mendorong minat baca.” (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *