Wacana Pemprov DKI Naikkan Tarif Parkir Tidak Rasional

JAKARTA (28 Juni) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berencana menaikkan tarif parkir mobil menjadi Rp5 ribu hingga Rp60 ribu per jam, sedangkan tarif sepeda motor Rp2 ribu hingga Rp18 ribu.

Rencana tersebut mendapat kritikan dari Fraksi NasDem. Bendahara Fraksi NasDem, Ahmad Lukman Jupiter mengatakan, kenaikan tarif parkir itu tidak rasional  sehingga berpotensi membebani masyarakat.

“Ini angka yang enggak rasional hingga Rp60 ribu,” kata Jupiter di Jakarta, Minggu (27/6).

Legislator NasDem itu mengatakan, apabila Pemprov DKI Jakarta ingin menggenjot pendapatan asli daerah (PAD), lebih baik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberantas praktik mafia pajak.

“Contohnya realisasi PAD restoran yang tidak masuk akal, karena Bapenda diakalin pemilik restoran jadi setoran pajaknya sedikit,” tegasnya.

Jupiter menilai menaikkan tarif parkir cuma akan menyusahkan rakyat yang sedang kedodoran menghadapi pandemi Covid-19.

“Semua usaha sedang penurunan. Masyarakat kesulitan ekonomi,” kata Jupiter.

Anggota Komisi C DPRD DKI ini mengaku sejumlah konstituennya yang membuka UMKM di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk juga menolak tegas rencana Pemprov DKI Jakarta tersebut.

“Jadi pedagang yang di sana ketika orang mau makan cuma sebentar dengan tarif Rp60 ribu, konsumen pasti ketakutan,” pungkasnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *