Pemaksaan WFO Bahayakan Keselamatan Karyawan

Jakarta (7 Juli) – Memasuki hari kelima PPKM Darurat, ternyata banyak perusahaan swasta sektor non esensial di Jakarta yang masih memaksa karyawannya bekerja dari kantor (work from office/WFO).

“Percuma saja PPKM Darurat kalau banyak perusahaan yang bandel WFO meski non esensial,” kata anggota DPRD DKI Jakarta asal Partai NasDem Ahmad Lukman Jupiter dikutip dari RMOLJakarta, Rabu (7/7).

Jupiter mengatakan agar perusahaan swasta sektor non-esensial mematuhi aturan PPKM Darurat, aparat kepolisian bersama Satpol PP serta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi harus rajin melakukan pengecekan di lapangan.

“Sanksi tegas wajib diterapkan bagi perusahaan yang melanggar,” kata Jupiter.

Jupiter menuturkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalisasi pelanggaran PPKM Darurat, di antaranya pemberlakuan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta.

Bendahara Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta itu menyambut baik pemberlakuan STRP tersebut.

Menurutnya, penerbitan STRP diperlukan karena banyak perusahaan non esensial yang meminta karyawannya bekerja dari kantor.

Ia mengaku sering mendapat laporan tentang orang yang sektor kerjanya non esensial, namun masih harus berkantor.

“Pemaksaan karyawan bekerja di kantor tidak bijak. Sebab, dapat membahayakan keselamatan para karyawan dari Covid-19,” demikian Jupiter. (RO/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *