NasDem Apresiasi Kebijakan Subsidi Air Bersih untuk Warga Kepulauan Seribu

JAKARTA (9 September) – Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menyalurkan subsidi air bersih untuk masyarakat ibu kota.

Subsidi air bersih kepada pelanggan PAM Jaya ini diberikan dengan tujuan memberikan kesetaraan kesejahteraan masyarakat dalam pelayanan air bersih di daratan Jakarta maupun di Kepulauan Seribu.

Sebelum adanya subsidi, masyarakat Pulau Seribu harus mengeluarkan uang Rp32.000 untuk membeli satu meter kubik air bersih. Setelah mendapatkan subsidi air bersih, tarifnya turun menjadi Rp3.550 untuk satu meter kubik.

“Di tengah keterpurukan ekonomi saat ini alhamdulillah sudah bisa kita perjuangkan walaupun belum maksimal atau belum sesuai dengan harapan masayarakat Pulau Seribu,” ujar Muhammad Idris, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi NasDem, Kamis (9/9/2021).

Permasalahan air bersih untuk warga Kepulauan Seribu memang menjadi salah satu fokus Fraksi NasDem DKI. Dalam setiap kegiatan, banyak sekali dari masyarakat Kepulauan Seribu yang mengeluhkan harga air bersih yang tinggi dibanding harga air bersih di daratan Jakarta.

Fraksi NasDem merekomendasikan agar Peraturan Gubernur (Pergub) No 34 tahun 2018, tentang Penyesuaian Tarif Air Minum atau air bersih yang adil di seluruh wilayah DKI, utamanya di Kepulauan Seribu.

Hal itu menanggapi Bab V Khusus atas Pergub tersebut, yang menyebut harga kelompok rumah tangga di wilayah darat Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 3.500 per meter kubik, sedangkan di wilayah Kepulauan Seribu dipatok Rp 35.000 atau berbanding 10 kali lipat.

“Sejak awal kami meminta kepada pihak-pihak terkait agar harga air bersih tidak dibeda bedakan dengan daerah lainnya. Ini yang menjadi pertimbangan, artinya ini yang menjadi permasalahan yang memang akan terus kita perjuangkan,” tegas Idris.

Idris mengakui, biaya operasional masih menjadi kendala adanya ketimpangan harga air bersih antara di daratan Jakarta dengan di Kepulauan Seribu. Meski begitu, dirinya berharap agar perbedaan harga tersebut tidak timpang, karena menyulitkan masyarakat di pulau.

“Pulau Seribu bagian dari DKI Jakarta, tapi sangat merasakan perbedaan tersebut padahal masyarakat di Kepulauan Seribu lebih membutuhkan. Apalagi Kepulauan Seribu ini menjadi destinasi wisata yang sangat diharapkan menjadi unggulan di DKI Jakarta,” pungkasnya. (BP/FM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *