Nova Paloh Ingatkan Bahaya Darurat Sampah DKI Jakarta

JAKARTA (6 Oktober) – Komisi D DPRD DKI Jakarta terus mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar segera merealisasikan pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) sebagai alternatif dan solusi atas pengendalian sampah di Ibu Kota.

Komisi D mengingatkan bahwa produksi sampah di Jakarta terus meningkat. Dalam sehari, penduduk Jakarta memproduksi hingga 7.500 ton. Sementara daya tampung TPST Bantar Gebang menyisakan 10 juta ton, dari total kapasitas 49 juta ton. Diperkirakan tempat pembuangan sampah Jakarta itu akan penuh dalam waktu dekat.

Meski begitu, Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Nova Harivan Paloh mengatakan, hingga saat ini belum ada satupun ITF yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta terbangun ataupun beroperasi. Pembangunan ITF Sunter dan empat wilayah lainnya diketahui telah menjadi program prioritas Gubernur DKI dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022.

“ITF aja belum terbangun sampai sekarang kan, ini bagaimana ada solusinya yang artinya tumpukan dari Bantar Gebang ini bisa dikurangi,” ujar Nova Harivan Paloh di Jakarta, Selasa (21/9).

Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta ini mengatakan, jika ITF sudah selesai dibangun di wilayah Jakarta tentunya sampah di Bantar Gebang sudah bisa mengecil.

“Kalau sekarang kita sudah bisa kelola di Jakarta, rencana awal ada empat ITF itu sudah tidak perlu lagi kontrak dengan Bantar Gebang,” pungkas Nova.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, Pemprov DKI Jakarta akan mencarikan solusi terkait kontrak Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang kontraknya berakhir Oktober 2021 dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Termasuk, mempersiapkan pembangunan ITF yang dibangun di Sunter, Jakarta Utara. (dprddki/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *