Wibi Sumbang 1 Ton Beras untuk Yayasan Humaniora

JAKARTA (11 Oktober) – Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino memberikan bantuan berupa satu ton beras Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan dan Komunitas Amal Sedekah Ikhlas Hati (KASIH). Bantuan tersebut untuk membantu para seniman, pekerja seni yang terdampak pandemi Covid-19.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolik dalam acara konser ‘Malam Kasih Untukmu, Pray for Pekerja Seni’ yang disiarkan live streaming di DK Musik Lab, Karawaci, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

“Semoga ini dapat lebih meringankan beban ekonomi para pekerja seni yang selama dua tahun ini banyak kehilangan pekerjaan akibat terdampak pandemi Covid-19,” ujar Wibi Andrino.

Pandemi covid-19, kata Wibi Andrino, langsung atau tidak mengganggu kinerja dan produktivitas seniman seni pertunjukan yang seyogianya banyak berkreasi di luar rumah.

Politisi muda yang juga Ketua Umum Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) Jakarta ini, berharap, seniman dapat menjadikan pandemi covid-19 ini menjadi momentum berusaha lebih kreatif lagi, salah satunya dengan memanfaatkan pasar digital.

“Kita harus berpikir fast and innovation. Kita harus berinovasi secara cepat dan mampu memanfaatkan pasar digital di era teknologi ini,” jelasnya.

inisiator konser, Ageng Kiwi berharap akan lebih banyak lagi pemimpin yang peduli dan berjiwa empati.

“Ketika kita peduli terhadap orang lain, maka kita tengah membangun keterikatan yang kuat. Jiwa empati mengajarkan kita untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Salah satu sikap empati ini ditunjukkan mas Wibi Andrino hadir di acara kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito yang juga hadir di acara ini menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Eddie mengatakan, sikap dan tindakan Wibi Andrino sekaligus mengkonfirmasi jiwanya yang selalu menaruh perhatian dan kepedulian. Intuitif, serta ikut merasakan, dan menghormati kemanusiaan.

Sumbangan beras 1 ton, uang tunai, dan sumbangan lainnya, kata Eddie, tidak hanya untuk membantu para seniman, dan pekerja seni, melainkan juga dibagikan untuk kaum dhua’fa, anak yatim, dan janda lanjut usia berprofesi pemulung binaan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.

“Selain seniman dan pekerja seni, ada puluhan anak yatim, dan kaum dhua’fa, serta 229 orang pemulung yang kami bina. Sebagian dari pemulung ini adalah janda-janda lanjut usia. Umurnya ada yang 97 tahun masih keliling nyari barang bekas,” terang Eddie, yang mengaku sudah 26 tahun hidup bersama pemulung. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *