NasDem Soroti Instalasi Perpipaan Air yang Belum Merata

JAKARTA (19 Oktober) – Cakupan layanan air perpipaan di DKI Jakarta saat ini masih belum merata. Kondisi ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar target layanan air perpipaan sudah mencapai 100 persen di seluruh wilayah DKI Jakarta pada 2030.

Kondisi ini menjadi perhatian Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta. Dalam rapat Bapemperda yang digelar beberapa waktu lalu, NasDem mempertanyakan terkait penyebab belum meratanya instalasi perpipaan di ibu kota.

“Ini Jakarta ibu kota tapi mengapa sebagian wilayahnya belum mendapat instalasinya. Jangan sampai di DKI Jakarta kalah dengan di daerah lainnya,” ujar sekretaris Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Abdul Azis Muslim.

Dalam rapat tersebut, Azis juga menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan pendistribusian air yang belum merata, di mana masih ada warga yang belum teraliri air padahal sudah mendapat instalasi perpipaan dari PDAM.

“Semisal ada 8 RT yang berada di suatu wilayah hanya 4 RT saja yang telah teraliri air PAM tersebut sisanya lagi masih belum teraliri. Ini hanya kewajibannya saja yang diminta oleh PDAM tetapi haknya masyarakat tidak terpenuhi,” tambahnya.

Tak hanya itu, Azis juga mendapat laporan dari masyarakat yang mengeluhkan kondisi air yang masih berbau. Hal ini berbanding terbalik dengan program Gubernur Anies Baswedan yang memiliki program membuka keran airnya langsung bisa diminum.

“Bagaimana bisa langsung diminum airnya aja masih bau,” imbuhnya.

Legislator NasDem ini pun berharap, nantinya di tahun 2022 perubahan anggaran bisa diajukan agar kesamarataan mengenai air bersih bisa dirasakan oleh masyarakat Jakarta.

“Di darat aja kita masih seperti ini jadi antara Kepulauan Seribu dan daratan bagaimana caranya warga DKI Jakarta ini bisa menikmati air karena mereka bayar pajak dan harus menikmati haknya,” pungkasnya. (BP/FM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *