NasDem Desak Pemprov DKI Awasi Kebijakan Kantor WFH 75%

JAKARTA (22 Juni) – NasDem DKI mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengefektifkan kebijakan 75% pekerja work from home (WFH) sebelum menarik rem darurat.

Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh mengatakan pengawasan secara ketat saat ini adalah hal yang paling penting.

“Kita lihat dulu ke depannya, tapi yang paling penting itu lah, tanggung jawab dengan diri kita sendiri. Ingatkan prokes di tengah masyarakat, pengawasan juga harus diperketat lagi. Jadi efektifkan dulu aja kebijakan seperti perkantoran 75 persen WFH, bagaimana yang sudah dikeluarkan kemarin efektifkan saja, pengawasan paling penting,” kata Nova Harivan Paloh, di Jakarta, Minggu (20/6/2021).

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI ini mengatakan pemerintah pusat maupun daerah sudah melakukan upaya yang maksimal dalam menangani Covid-19 ini. Namun, menurutnya hal tersebut harus dibarengi dengan kesadaran masing-masing orang.

“Memang semua yang sudah dilakukan pemerintah sudah luar biasa, dari masalah perawatan di beberapa RSUD yang gratis semua, kedua juga ada vaksin. Artinya sekarang ini jadi tanggung jawab masing-masing pribadi kita sendiri, kita tak bisa menyalahkan siapa-siapa, bagaimana kita jaga prokes, pola hidup harus sehat,” jelasnya.

Legislator NasDem ini juga juga meminta Pemprov DKI terus melakukan edukasi terkait bahaya Covid-19 serta mengedukasi tentang pentingnya vaksin, sehingga kekebalan tubuh masyarakat dapat tercapai.

“Alangkah pentingnya kita kejar terus target vaksin kita ini datanya kan baru 3 jutaan, sekarang ini kan sudah ada tempat vaksin di mall dan lain-lain, bagaimana juga diberikan persepsi kepada masyarakat bahwa vaksin itu tidak berbahaya. Karena ketika saya menyampaikan terkait Covid-19 di tengah masyarakat masih ada stigma kalau Corona itu bahaya nggak sih. Terus ketika saya turun di wilayah tertentu itu masih ada masyarakat tak pakai masker,” imbuhnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *